Sisi Maskulin Yamaha VMAX

Jakarta, otomania – Yamaha VMAX sudah masuk usia 30 tahun pada 2015 ini. Sudah cukup tua, kendati demikian model ini tetap menjadi pusat perhatian dan selalu bikin sensasi. Begitulah salah satu kiat Yamaha untuk menggairahkan kembali aura model ini dengan penampilan yang berbeda. Hanya saja versi yang tampil beda kali ini bukan versi produksi, melainkan kerja bareng Yamaha dengan rumah modifikasi JvB-Moto yang berbasis di Cologne, Jerman, yang dipimpin oleh Jens Vom Brauck. Hasil rombakan yang dinamai ”Infrared” itu menjadi ikon yang bermodifikasi resmi yang akan dibawa dari pameran ke pameran. Sebenarnya memodifikasi sepeda motor Jepang bukanlah kebiasaan Vom Brauck. Dikarenakan sebelumnya, dia dan tim sering merombak berbagai model Ducati. Maka tugas dari Yamaha atas mesin 1.700cc dengan bobot 312 kg itu menjadi spesial. ”Biasanya, VMAX bukan tipikal sepeda motor JvB-Moto. Tapi saat Anda merasakan tenaga yang dihasilkannya, seketika langsung ketagihan dan melupakan bobot yang berat. Lalu Anda akan sulit menemukan motor lebih baik untuk melesat dengan konsep cafe racer ,” terang Vom Brauck. Dengan tenaga maksimal 174 tk, Vom Brauck mengatakan bahwa VMAX tak butuh rombakan mesin. Hentakan brutal di awal membuat dirinya terinspirasi untuk mengubah model ini sebagai monster drag modern. Penampilan Sekilas memang datar dan lebih mengarah ke fungsi. Misalnya, penutup tangki bahan bakar serat karbon. Perubahan dengan pelapis karbon juga dilakukan pada lubang angin samping tangki. Ini semua semakin mengurangi bobot. Bahan yang sama juga digunakan untuk rumah lampu, penutup ban, berikut bagian buritan yang duduk di atas sub-frame kustom. Penampilan belakang kini semakin atraktif. Kalau jadi, Yamaha berencana membuat versi berbahan fiberglass untuk dijual secara retail. Pilihan lain, pakai bahan aluminium, digunakan untuk membuat tangki bahan bakar di bawah jok dan sepatbor depan. Saluran gas buang standar dengan dua lubang dicopot, lalu diganti dengan muffler Termignoni satu lubang. Nuansa café racer semakin kental dari gaya setang clip- on bersanding dengan gaya dragster khas Amerika melalui penempatan indikator rpm Autometer. Pewarnaan Yamaha seharusnya memberikan warna kuning sebagai kelir kebesaran. Namun Vom Brauck memilih lain. Merah dan silver mengindikasikan warna sepeda motor balap Yamaha 1980-an, tepatnya motor Eddi Lawson dengan Marlboro-Yamaha YZR500. Tidak ada grafis apa pun, namun nuansa warna itu sudah menimbulkan kesan yang senada dengan nama, Infrared.

Sumber: Otomania.com