Punya Nilai Sejarah, Mendag Ajak Masyarakat Belanja di Sarinah

Jakarta – Hari bebas kendaraan bermotor atau yang populer disebut car free day sudah menjadi ajang berbagai lapisan masyarakat untuk berkespresi dengan cara-cara kreatif. Kali ini, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggiartiasto Lukita, bersama jajaran Kementerian Perdagangan (Kemdag) ikut serta berjalan santai sambil mempromosikan pusat perbelanjaan Sarinah. “Saya sengaja minta rutenya dari Kemdag di Gambir sampai ke Sarinah di Thamrin. Saya mau mengajak masyarakat bernostalgia dan tidak melupakan Sarinah. Ini pusat perbelanjaan bersejarah. Yang memberi nama Presiden Soekarno. Sampai sekarang di dalamnya banyak produk Indonesia bermutu tinggi,” ujar Enggar, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (5/12). Enggar mengakui, Sarinah harus berusaha keras bersaing dengan pusat-pusat perbelanjaan yang lebih modern. Namun, Enggar mengingatkan, Sarinah tidak hanya menjual produk semata namun juga nilai sejarah. “Jangan lihat hanya kondisi sekarang. Kita bisa menikmati mesin waktu berkunjung ke Sarinah. Bayangkan, Jakarta tahun 1966, sudah punya tempat belanja yang pakai penyejuk ruangan ( AC), eskalator alias tangga jalan, dan mesin kasir listrik. Anda mungkin sekarang tertawa, tapi bayangkan setengah abad lalu. Presiden Obama saja ingat dengan Sarinah,” kata Enggar. Presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama, memang pernah menyampaikan kenangannya tentang Sarinah di sela-sela kunjungan kenegarannya pada November 2010 lalu. Ditanya apakah acara ini berhubungan dengan acara “Kita Indonesia” di Bunderan HI, Enggar menjawab santai. “Memang sekarang politik sedang hangat, jadi segala sesuatu bisa dihubung-hubungkan. Minggu lalu Kemendag bikin acara dengan UKM binaan di car free day tidak ada pertanyaan apa-apa,” jelasnya. Pekan lalu, Kemendag menggelar pameran UKM binaan pada saat car free day di kawasan SCBD. Enggar juga mengingatkan bahwa di Sarinah sekarang banyak produk Indonesia bermutu, mulai dari cokelat, kopi, batik dan kain-kain lainnya, perhiasan sampai kerajinan. Feriawan Hidayat/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu