PT Mitra Agro Servindo Gandeng Malaysia untuk Distribusi Benih Sawit di Indonesia

Jakarta – PT Mitra Agro Servindo (MAS) sepakat menjalin kerja sama dengan Felda Global Ventures Berhard (FGV) untuk mendistribusikan benih sawit DxP Felda ML 161 di Indonesia. FGV yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) Malaysia tersebut masih ada potensi pasar benih sawit di Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Selasa (2/11) antara FGV yang diwakili oleh Syed Salim Syed Ali selaku Cluster Head R&D Agri Services Cluster dengan PT MAS yang diwakili oleh Eko Dermawan selaku Direktur Bisnis PT MAS. Syed Salim menjelaskan pihaknya melihat masih ada peluang pasar untuk memasok benih sawit unggul dengan karakter yang spesifik di Indonesia. FGV merupakan produsen benih nomor satu di Malaysia selama 10 tahun lebih dengan produk unggulannya DxP Felda Yangambi ML 161 yang dirilis sejak tahun 2002. “Meskipun kecil, tetapi kami melihat potensi pasar masih ada dengan keunggulan benih yang kami tawarkan,” katanya. Sebagai gambaran, dalam setahun kapasitas produksi FGV mencapai 30 juta biji benih untuk produksi dalam negeri Malaysia dan ekspor ke beberapa negara. Eko mengakui bahwa persaingan dan pangsa pasar di Indonesia cukup ketat pihaknya pun hanya memasang target sebanyak satu juta benih yang diserap pasar pada tahun pertama atau selama 2017 nanti. Penawaran yang diberikan kepada para pembeli benih sawit adalah pelayanan setelah penjualan dan jaminan kualitasnya. “Kami menawarkan pelayanan setelah penjualan benih atau after sales service kepada para pembeli. Ini yang bisa membedakan kami dengan para produsen benih lain,” ujar Eko. Menurut Dudi Gunadi yang juga Plt Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian, meskipun banyak persaingan, kebutuhan benih bagi para petani sawit masih sangat tinggi. Kehadiran benih yang unggul dapat membantu mengatasi masalah rendahnya produktivitas perkebunan rakyat. “Kami mengapresiasi kerja sama dan pemerintah terus mendorong agar produktivitas pekebun yang rendah bisa ditingaktan dengan menghadirkan benih bermutu dengan harga kompetitif,” ujarnya. Apalagi saat ini, kata Dudi, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPBD) juga sudah mendorong peremajaan tanaman sawit dengan produktivitas masih rendah. Seperti diketahui, DxP Felda ML 161 telah mendapatkan izin pelepasan varietas melalui hasil uji sidang pelepasan varietas pada 6 Oktober 2016 di Bandar Lampung. Benih sawit itu telah memenuhi persyaratan benih bermutu untuk ditetapkan pemerintah karena terbukti mampu tumbuh dan berproduksi di agroklimat Indonesia. DxP ML 161 punya karakteristik produktivitas tinggi. Rata-rata produksi TBS 29,83 ton per hektare, oil yield 7,61 ton per hektare dan OER sebesar 25,9%. Heriyanto/HS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu