Polisi Santri Kawal Doa Bersama 2 Desember

Makassar – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) beserta Polrestabes Makassar akan menurunkan ratusan polisi santri saat doa bersama 2 Desember 2016 yang dipusatkan di Anjungan Losari Makassar, Sulawesi Selatan. “Polisi santri akan ikut doa bersama dengan ribuan jamaah lainnya untuk menyejukan kondisi Indonesia termasuk di Sulsel,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Kamis (1/12). Menurut dia, diturunkannya polisi santri adalah bentuk kepedulian bahwa Polri bagian dari masyarakat dan warga negara yang juga peduli akan kondisi bangsa saat ini. Barung menyebutkan jumlah seluruh personel yang diturunkan baik dari TNI dan Polri sebanyak 3.882 orang yang ditempatkan di Anjungan Losari dan di sejumlah lokasi strategis objek vital dan pusat perekonomian di Kota Makassar. “Doa bersama super damai dalam bentuk zikir bersama itu dimulai pukul 13.00 WITA sesudah salat Jumat. Tentunya mendapatkan pengawalan,” paparnya kepada wartawan. Selain itu personel yang di siagakan tidak membawa senjata lengkap, hanya beberapa saja yang bertugas di pusat perekonomian seperti di jalan Somba opu tempat perdagangan emas berdekatan dengan lokasi doa bersama di Anjungan Losari. “Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Mudah-mudah doa bersama besok bisa berjalan aman dan damai,” harap Barung yang sebentar lagi bertugas di Surabaya sebagai Humas Polda Jawa Timur. Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel AGH Sanusi Baco menyatakan doa bersama 2 Desember 2016 adalah bentuk penyejukan terhadap masalah bangsa. “Doa bersama ini untuk menyejukan kondisi bangsa. Jangan ada gerakan-gerakan anarkis yang tidak diajarkan dalam ajaran islam,” ujar Andre Gurutta ini. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan doa bersama super damai untuk zikir bersama tersebut bertujuan menyejukan kondisi di Indonesia salah satunya di Sulsel. Doa bersama yang dipusatkan di Anjungan Losari itu telah di setujui para ulama dan beberapa organisasi islam karena tujuannya lebih baik dari pada menggelar aksi di jalan. “Kami berharap agenda besok berjalan lancar doa bersama serta zikir bersama jamaah untuk menyejukan bangsa Indonesia,” harapnya. Polri dan TNI pun telah melaksanakan apel bersama di Lapangan Hasanuddin dalam hal pengamanan doa bersama besok. “Kita akan berikan tindakan tegas kepada para oknum yang ingin melakukan tindakan anarkis, apalagi mau merusak. Saya yakin masyarakat tahu mana yang baik dan buruk,” tegas Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton charlyan usai apel persiapan di Lapangan Hasanuddin pagi tadi. Diketahui doa bersama serta zikir akan di laksanakan serentak di beberapa kota di Indonesia. Untuk Jakarta sebagai ibu kota Indonesia di pusatkan di Lapangan Monas. Gerakan ini merupakan rentetan dari kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang saat ini sedang dalam proses hukum di Mabes Polri. /JEM

Sumber: BeritaSatu