Justru Alumnus Trisakti Itu yang Lupa Peristiwa 1998, Kata Ahok

Rimanews – Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, dirinya tak pernah melupakan perjuangan mahasiswa saat peristiwa tahun 1998. Hal itu, menjawab kritikan yang dilontarkan rekan satu almamaternya di Universitas Trisakti bernama Jhon Muhammad. Jhon mengkritisi dengan keras lewat media sosial, tentang kebijakan Ahok, yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka. Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Lokasi sidang Ahok dipindah karena alasan keamanan Ahok mendaku tak pulang kampung demi hadapi sidang Slank janji turun gunung di putaran kedua Pilgub DKI Slank dukung Ahok-Djarot Alumnus Teknis Arsitektur Trisakti ini pun menyatakan keraguannya tentang rekam jejak Ahok ketika di kampus dulu. Dia menilai Ahok yang kini telah menjadi Gubernur telah lupa bagaimana perjuangan sesama almamater dulu saat merobohkan rezin orde baru. “Justru saya bilang dia yang lupa. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 itu dibuat setelah (peristiwa) Trisakti. Suruh dia baca baik-baik,” ujar Ahok saat dikonfirmasi di Balai Kota Jakarta, Jumat (6/11/2015). Ahok berdalih, Pergub yang belum diterbitkannya itu hanyalah sebuah bentuk penegasan dari implementasi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Sebab selama ini Ahok menilai, negara masih ompong untuk menegakan isi Undang-Undang. “Jadi kalau kita berani menegakan isi Undang-Undang enggak ada bias,” ucapnya. Pergub yang diteken Ahok tepat pada Hari Sumpah Pemuda itu, tertulis lokasi unjuk rasa diperbolehkan hanya pada tiga lokasi tertentu, yakni di Parkir Timur Senayan, Alun-alun Demokrasi DPR/MPR, dan silang selatan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Sesuai pergub itu, pengunjuk rasa yang akan beraksi di Istana atau Balai Kota Jakarta atau lokasi berkantornya Ahok akan diarahkan ke Monas. Sementara itu, pengunjuk rasa yang akan berorasi di gedung DPR atau kementerian diarahkan ke Parkir Timur Senayan dan Alun-alun Demokrasi DPR/MPR. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ahok , 1998 , politik , Nasional

Sumber: RimaNews