Tiga Momen Comeback Paling Bersejarah di Liga Champions

Ketatnya persaingan di Liga Champions membuat mental sebuah tim sangat di uji ketika berusaha memenangkan pertandingan. Tidak heran, keberhasilan tim dalam mengejar defisit gol (comeback) menjadi peristiwa yang bersejarah. Sepanjang tiga dekade terakhir, setidaknya terdapat tiga comeback paling fenomenal dan terus dibicarakan hingga saat ini. Dua dari comeback tersebut lahir di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol. Dua dari tiga comeback juga terjadi di partai final sehingga menambah dramatis kompetisi bergengsi tersebut. Uniknya, dua tim yang sukses mencetak comeback tersebut mewakili klub Premier League. (Baca juga: Arsenal dan Barcelona Belum Tamat, Ini 13 Comeback Dramatis di Pentas Eropa)Berikut tiga comeback bersejarah tersebut,1. MU vs Bayern Muenchen (1998/1999) Tak ada keraguan jika final Liga Champions musim 1998/1999 disebut sebagai final paling dramatis sepanjang sejarah turnamen. Di laga yang digelar di Stadion Camp Bou, Bayern Muenchen lebih dulu membuka keunggulan setelah Mario Basler mencetak gol melalu tendangan bebas. Hingga menit ke-90 Muenchen sukses mempertahankan keunggulan tersebut. Saat laga seakan bakal berakhir dengan kemenangan buat Bayern Muenchen, Manchester United membuat kejutan. Tedy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol dan membalik keadaan.Manchester United akhirnya memastikan trofi Si Kuping Besar dan larut dalam kemenangan 2-1. 2. Liverpool vs AC Milan (2004/2005)Final Liga Champions 2015 di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki dimenangkan Liverpool secara dramatis. Di pertandingan tersebut, The Reds tertinggal tiga gol dari AC Milan di babak pertama. Tiga gol di babak pertama dicetak Paolo Maldini (1′) dan Hernan Crespo di menit ke-39 dan 44. Sementara balasan Liverpool dicetak dalam durasi enam menit di babak kedua. Gol balasan Liverpool dicetak Steven Gerrard (54′), Vladimir Smicer (56′) dan Xabi Alonso (60′). Tiga gol tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Liverpool kemudian memastikan trofi ‘Si Kuping Besar’ dengan memenangkan babak adu penalti dengan skor 2-3. Tiga penendang AC Milan yakni Serginho, Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko gagal mengeksekusi penalti. 3. Barcelona vs Paris Saint Germain (2016/2017)Meski tidak berlangsung di partai final, aksi comeback Barcelona di babak 16 Besar Liga Champions tergolong fenomenal. Bayangkan, Lionel Messi Cs harus mengejar defisit empat gol atas Paris Saint Germain.

thebridalextravaganzashow.com data pengeluaran togel singapura hari ini Sumber: Sindonews