PSSI-Kempora Kejar Ketertinggalan

PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga sepakat mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di semua cabang olahraga, khususnya sepakbola. Untuk itu pembinaan usia dini dan usia muda merupakan hal penting dan wajib menjadi agenda pembinaan di PSSI. Ini menjadi penguat fondasi pemain masa depan dan Indonesia harus bekerja keras bersama semua pihak.
Menpora Imam Nahrawi menilai pembinaan usia dini wajib menjadi agenda federasi. Saat ini PSSI telah terbuka kepada semua , sehingga posisi pemerintah akan memberikan dukungan penuh demi prestasi yang semakin baik dan merah putih berkibar dibelahan dunia manapun.
Peran serta pemerintah dalam hal ini Kempora menjadi pihak yang serius dalam menjaga pembinaan tersebut secara berjenjang, dan bersama PSSI sebagai federasi menjadi mitra yang kuat untuk program yang sejalan, katanya pada seminar sepakbola yang digelar oleh Badan Liga Sepak bola Pelajar Indonesia (BLISPI) bersama Kempora bertajuk “Menata Pertandingan Sepakbola Usia Dini dan Usia Muda Menuju Kejayaan Sepakbola Indonesia”, di Wisma Kempora, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2).
Menpora mendukung langkah PSSI untuk prestasi Indonesia ke depan. Ia ingin Kempora dan PSSI dapat terus bersinergi. Hal ini diharapkan mampu menjawab kendala pembinaan yang kerap terjadi di daerah-daerah.
Tercatat peserta yang hadir sekitar 300 orang dari pelatih, asprov, serta sekolah sepak bola ini dihadiri beberapa pembicara, baik dari Kempora, PSSI serta pakar-pakar pembinaan usia muda. Nantinya perhelatan ini mampu menjadi kebangkitan olahraga sepakbola di Indonesia
Ditambahkan Menpora, program 1.000 lapangan desa adalah program baru yang tidak lain bentuk kepedulian pemerintah untuk menghidupkan kembali sentra-sentra olahraga di desa khususnya dapat digunakan untuk pembinaan sepakbola dan mencari bibit-bibit berbakat sejak dini dan usia muda.
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengatakan pihaknya terbuka kepada semua pihak, sehingga pemerintah bisa memberikan dukungan penuh demi prestasi yang semakin baik dan merah putih bisa berkibar di belahan dunia mana pun.
“Ini menjadi tekad PSSI untuk berbenah. Namun saya tidak bisa sendiri dan kami juga perlu bantuan semua pihak, seluruh pemerhati dan insan sepakbola serta dukungan pemerintah agar prestasi sepakbola Indonesia semakin maju,” ucap Edy.
Ketua Penyelenggara sekaligus Pendiri BLISPI, Subagja Suihan mengatakan seminar diikuti para pemerhati sepakbola, pengelola sekolah sepakbola, pelatih dan mantan pelatih serta mantan pemain dari seluruh daerah di Indonesia berjumlah 300 peserta, bahkan ada dari daerah yang biasanya tidak pernah ada sekarang ikut hadir seperti dari Tasikmalaya, Sopeng, dan Wajo.

Hendro D Situmorang/JAS
Suara Pembaruan

thebridalextravaganzashow.com Daftar Bandar dan Agen Togel Online Terbaik Sumber: BeritaSatu