Kementan Kembangkan Jenis Sapi Bobot Besar yang Bernama Gatot Kaca

pt solid gold berjangka Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, saat ini Kementan tengah melakukan uji coba pengembangan sapi bobot besar yang dinamakan Gatot Kaca.

Sapi jenis tersebut merupakan sapi persilangan sapi asal Belgia yakni Belgian Blue Cattle dengan sapi Frisian Holstein (FH) dan sapi Simmental.

Ketut menjelaskan, saat ini jenis sapi tersebut masih dikembangkan di Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Bogor.

“Budidaya Belgian Blue di masyarakat dengan menggunakan semen beku hasil produksi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Nasional diharapkan bisa terlaksana pada tahun 2019,” jelas Ketut saat berbincang dengan Kompas.com.

Sapi Gatot Kaca memiliki kelebihan yakni bobot hidupnya bisa mencapai 1,2 ton dalam kurun waktu 2 tahun, sedangkan sapi biasa atau jenis limousin dan simmental hanya 800 kilogram.

Diharapkan pada 2019 mendatang akan dihasilkan jumlah kelahiran sebanyak 500 ekor. “Hasil kelahiran ini kita manfaatkan untuk menghasilkan embrio dan pejantan unggul penghasil semen beku. Diharapkan ke depan kita tidak perlu lagi mengimport embrio dan semen beku,” jelasnya. pt solid gold berjangka

Dalam mengembangkan sapi Gatot Kaca, pemerintah telah menganggarkan Rp 20 miliar untuk tahun 2017, dan Rp 50 miliar di tahun 2018.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf mengatakan, perlu dipastikan produktivitas daging Sapi Gatot Kaca sebelum masuk dalam tahap komersial.

“Jika pemerintah ada uangnya, ya kami lihat bagus-bagus saja, karena kalau sapi high tech maka asupannya harus high tech, jika asupannya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, amburadul hasilnya,” pungkasnya.

Selama ini, produksi daging sapi nasional tak mampu memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri.

Untuk tahun ini saja, prognosa produksi daging sapi dalam negeri sebesar 354.770 ton, sedangkan perkiraan kebutuhan daging sapi mencapai 604.968 ton.

Dengan itu, sebanyak 39-40 persen kebutuhan daging sapi dalam negeri masih dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk impor sapi bakalan maupun daging.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *