Terkait Kasus Pemukulan, La Nyalla Gelar Klarifikasi

RIMANEWS – Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti melakukan klarifikasi kasus dugaan pemukulan yang dialamatkan kepadanya dalam musyawarah olahraga provinsi luar biasa (Musorprovlub) PSSI Sulawesi Selatan di Makassar, Sulsel, Sabtu. Di hadapan seluruh peserta Musorprov, La Nyalla menyatakan apa yang dituduhkan Ketua Pengprov Pertina Sulsel Ryan Latief itu tidak benar. Bahkan apa yang dituduhkan itu hanya sebagai upaya pengalihan isu untuk menggagalkan pelaksanaan Musorprovlub PSSI Sulsel. “Pada saat saya datang, Pak Ryan Latief sudah ada dilokasi bersama para petinjunya. Entah alasan apa sehingga saya kemudian dilaporkan melakukan penganiayaan,” katanya dihadapan para peserta Musorprovlub. Plt PSSI Sulsel itu juga mengakui sempat diperiksa oleh tiga polisi di lokasi. La Nyalla kemudian menceritakan semua kejadian tersebut. Pihak kepolisian, kata dia , juga tahu tidak terjadi apa-apa sehingga memutuskan pulang. Begitupun dengan Ryan Latief juga memutuskan meninggalkan tempat. Namun belakangan,, menurut dia, justru Ryan Latief melakukan jumpa pers terkait duagaan pemukulan yang dilakukan beberapa teman La Nyalla. Ia menjelaskan, Ryan Latief memang sempat makan bersama dengan beberapa petinju, kemudian tba-tiba bernisiatif melakukan prescom yang menyebutkan dirinya melakukan penganiayaan dan akan dilaporkan ke pihak kepolisian. “Logikanya jika memang dianiaya, tidak mungkn bisa duduk manis dengan petinjunya dan lakukan prescom. Intinya ini hanya upaya menggagalkan Musorprvlub PSSI Sulsel, saya juga jelaskan hal itu hanya fitnah” jelasnya. Selain soal isu pemukulan, La Nyalla juga memceritakan awal muanya ditunjuk sebagai Plt PSSI Sulsel. Dirinya juga memastikan bahwa penunjukannya sudah sesuai aturan organisasi. Sebelumnya, Ryan yang juga wakil ketua terpilih di Musprov Desember lalu, mengaku dianiaya oleh anggota La Nyalla di salah satu hotel di Makassar, Jumat. Padahal, sebut dia, keberadaannya di sana untuk bertemu dengan atletnya yang akan mengikuti kejuaran di Sumatera. Pemilik klub Makassar United (MU) itu mengaku kejadiannya berawal saat dirinya ingin bersalaman dengan La Nyalla. Tapi beberapa rekan La Nyalla juga memegang tangannya dan memukul dari belakang yang mebuat kacamatanya pecah. (afk/ant) Baca Juga Masa depan Riedl ditentukan di Kongres PSSI PSSI Puas dengan Hasil Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 Ketum PSSI Minta Suporter Maklumi Kapasitas Stadion Pakansari PSSI Batal Jual Tiket Laga Indonesia v Vietnam di Bogor Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : PSSI , Sepakbola , Olahraga , PSSI , Sepakbola , Olahraga , PSSI , Sepakbola , Olahraga

Sumber: RimaNews