Putin Ingin AS Lindungi Konvoi Bantuan di Suriah

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin menginginkan Amerika Serikat melindungi konvoi bantuan di Suriah. Hal tersebut diungkapkan Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel setelah bertemu dengan Putin di Moskow. Sebuah serangan udara mengenai sejumlah truk bantuan dekat kota Aleppo pada Senin (19/9), meruntuhkan gencatan senjata yang ada. Amerika Serikat menduga insiden itu dilakukan oleh pesawat Rusia namun Moskow menyangkal segala keterlibatan dan Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Rabu (21/9) bahwa sebuah pesawat tanpa awak Amerika Serikat, Predator, berada di lokasi saat konvoi itu diserang. Gabriel, yang berbicara dengan Putin secara tertutup sekitar satu jam pada Rabu, mengatakan bahwa pemimpin Rusia itu menyangkal segala keterlibatan Rusia dalam serangan terhadap konvoi bantuan dan menambahkan bahwa Putin mengisyaratkan bahwa dia sangat berkeinginan agar gencatan senjata diberlakukan kembali. Gabriel mengatakan, Putin berharap tidak hanya Rusia yang bersiap untuk memantau konvoi itu dengan pasukannya sendiri melainkan Presiden Rusia juga menginginkan Amerika Serikat untuk melakukan hal yang sama. “Itu merupakan satu dari konflik besar, bahwa pihak Amerika belum bersiap untuk melakukannya, setidaknya belum saat ini,” Gabriel mengatakan. Gabriel mendesak pemimpin Rusia itu untuk menggunakan pengaruhnya kepada Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk menurunkan ketegangan di Suriah. Amerika Serikat meyakini dua unit pesawat Rusia menyerang konvoi bantuan dekat Aleppo dalam sebuah serangan yang meruntuhkan gencatan senjata selama satu minggu, para pejabat AS mengatakan pada Selasa, namun disangkal oleh Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Rabu bahwa sebuah pesawat tanpa awak AS, Predator, berada di lokasi kejadian tempat konvoi bantuan PBB hancur sebagian di Suriah pada Senin dan muncul di lokasi kejadian beberapa menit sebelum insiden terjadi. Gabriel mengatakan dia berbicara kepada Putin bahwa Jerman mengira militer Suriah terlibat dalam serangan itu. “Tentu saja kami tidak sependapat,” ujar dia. /MUR

Sumber: BeritaSatu