Normalisasi Sungai Beringin, Wali Kota Semarang Desak Pemerintah Pusat Tepati Janji

Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendesak pemerintah pusat menepati janji untuk segera menormalisasi Sungai Beringin. Pemerintah Pusat menjanjikan itu beberapa tahun lalu, namun hingga kini tak kunjung direalisasikan. “Saya kecewa karena tak kunjung direalisasi (normalisasi Sungai Beringin). Padahal, beberapa tahun lalu berjanji untuk dinormalisasi. Kami minta kepastian, kalau tidak, lebih baik kami yang ambil alih agar tak menerus terjadi banjir saat hujan datang,” tegas Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi kepada SP , Jumat (30/9). Akibat tak kunjung dinormalisasi, Sungai Bringin kerap meluap dan mengakibatkan banjir di sekitar daerah aliran sungai. Banjir terjadi pada Minggu (18/9) lalu, saat tanggul Sungai Beringin jebol sepanjang 20 meter. Hal itu menyebabkan ratusan rumah warga di Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu dan Kelurahan Wonosari (Kecamatan Ngaliyan) terendam air. Banjir kembali menerjang daerah tersebut pada Rabu (28/9). Sekitar 1.600 rumah di tujuh RWKecamatan Tugu dan Kecamatan Ngaliyan kembali terendam air dengan ketinggian hingga 50 sentimeter. Solusinya, Pemkot Semarang melakukan penanganan sementara dengan memasang kantong pasir sebagai tanggul darurat. Hingga kini, pembebasan lahan untuk normalisasi masih terkendala, karena masih ada 16 bidang tanah milik warga yang belum mencapai kesepakatan harga. Pemkot telah menganggarkan di APBD 2016 untuk pembebasan lahan Sungai Beringin sebesar Rp 6,8 miliar. ”Kalau terus menerus begini, kami akan ambil alih untuk menormalisasi dengan anggaran sendiri,” tegas Hendi. Pihaknya sudah menghubungi BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana. Penanganan Sungai Beringin di daerah Mangkang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS Pemali Juana. Pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) dan ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) untuk mengerjakan proyek normalisasi tersebut. Menurut rencana, normalisasi akan dimulai dari Jalan Raya Mangkang sampai muara sungai di pantai utara sepanjang sekitar 3 km, lebar 60 meter. Normalisasi itu akan mampu mencakup G 25. Artinya, selama 25 tahun ke depan dengan puncak hujan tertinggi sekitar 300 mm, wilayah di sekitar Sungai Bringin aman dari banjir. Kepala BBWS Pemali Juana, Ni Made Sumiarsih secara terpisah mengakui adanya kemungkinan pengambilalihan pengerjaan proyek normalisasi Sungai Beringin oleh Pemkot Semarang. Namun, harus ada MoU antara pemkot dengan pemerintah pusat dan mendapat persetujuan DPRD Kota Semarang. ”Dengan MoU dan persetujuan tersebut, pemkot dapat memiliki kekuatan hukum dalam melakukan normalisasi Sungai Beringin secara mandiri,” tegas Ni Made. Stefi Thenu/JEM Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu