Ibu Mutilasi Bayi Derita Gangguan Jiwa, Bisa Lolos Dari Hukuman

Mutmainah , ibu yang melakukan pembunuhan dan memutilasi bayinya sendiri di Jakarta diduga mengalami gangguan jiwa. Apabila benar kondisi kejiwaannya sakit hingga tanpa sadar melakukan kekejian tersebut, maka ia bisa bebas dari hukuman. “Makanya kemarin pun sempat ditanyain yang bersangkutan ya merasa tidak bersalah. Enggak ngaku melakukan pembunuhan, karena kejiwaannya enggak stabil,” Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menjelaskan, seperti dilansir laman Liputan6.com. Kasus tersebut kini dalam penyelidikan Polda Metro Jaya, sementara Mutmainah sendiri masih harus mengikuti pemeriksaan psikologi lebih lanjut di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Wanita beranak dua itu sebelumnya sempat mengaku mendapat bisikan gaib sebelum nekat membunuh bayinya, Arjuna yang baru berusia 1 tahun. Sementara putri pertamanya yang juga masih balita, sempat diiris bagian telinganya. Mutmainah yang merupakan istri kedua dari anggota Provost Polda Metro Jaya itu diduga mengalami depresi. Apabila depresinya termasuk pada gangguan jiwa berat, maka kasus pembunuhan dan mutilasi yang ia lakukan tak bisa diteruskan, seperti yang tertulis pada Pasal 44 KUHP. Namun jika Mutmainah hanya mengalami halusinasi sementara, maka ia masih bisa disidangkan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jadi selama beberapa hari ke depan Mutmainah masih akan dievaluasi perkembangan kejiwaannya. “Kita dalami betul, apa dia betul 44 (KUHP) atau memang halusinasi saja. Ya kalau itu (halusinasi) harus dipertanggungjawabkan. Tapi kalau ada gangguan jiwa yang mengarah kepada kejiwaannya terganggu, ya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menjelaskan.

Sumber: Sidomi