Geliat Serie-A untuk Kembali Eksis di Eropa

Metrotvnews.com, Jakarta: Juventus memang gagal menjuarai Liga Champions 2014–2015 karena kalah 1-3 dari Barcelona di final. Meski demikian, hasil tersebut setidaknya memberi indikasi bahwa tim-tim Italia siap kembali eksis di pentas Eropa. Sebelum Juventus mencapai final musim lalu, kompetisi Serie-A seperti tenggelam di bawah hingar-bingar Liga Primer Inggris, La Liga, Bundesliga, dan terancam digusur kompetisi Ligue1 Prancis. Dalam setengah dekade terakhir, tak ada klub-klub Italia yang eksis di turnamen nomor wahid di benua biru. Baca juga Beppe Marotta Bicara soal Beberapa Gelandang Incaran Juventus Pjanic Ingin Bawa Pulang Trofi Supercoppa Italia ke Turin Dybala: Kekahalan atas Milan di San Siro hanya Kebetulan Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Sejak Inter Milan terakhir kali juara Liga Champions musim 2009–2010, klub-klub Serie-A dibilang hanya sekadar “numpang lewat”. Fakta mengatakan, tak ada tim-tim Italia yang mampu menembus semifinal. Imbasnya, jatah tim Serie A untuk mentas di Liga Champions dipangkas menjadi tiga (Koefisien klub-klub Italia kalah dari tim-tim Jerman). Anjloknya performa tim-tim Italia yang sempat sangat ditakuti di Eropa, tidak lepas karena krisis finansial yang dialami beberapa klub. Di luar Juventus, beberapa klub tradisional seperti AC Milan, Inter Milan, serta AS Roma diterpa masalah neraca keuangan yang tidak stabil. Mereka tak bisa bersaing dengan klub-klub besar macam Real Madrid, Barcelona, Manchester City, atau pun Chelsea untuk mendapatkan pemain top. Alhasil, manuver mereka di jendela transfer pun lesu. Tak ada pemain-pemain berstatus bintang yang berhasil didapatkan. Upaya mereka untuk tetap eksis di Eropa disiasati dengan skenario meminjam pemain dengan iming-iming mempermanenkan kontraknya di akhir musim. Trik lainnya ialah dengan merekrut pemain veteran yang kariernya hampir habis atau yang tidak lagi terpakai di klubnya masing-masing. Bergabungnya Fernando Torres (dari Chelsea ke Milan), lalu Lukas Podolski (Arsenal ke Inter Milan), serta Ashley Cole (Chelsea ke AS Roma) adalah bukti ketidakberdayaan klub-klub Serie-A untuk bersaing di jendela transfer karena kas yang mepet. Dari segi komersil, strategi ini memang cukup mampu untuk menjaga nilai jual klub atau setidaknya meredam kritik fan. Namun, dari segi prestasi? Nol besar. Para pemain di atas tidak mampu memberikan kontribusi maksimal. Pamor Serie-A pun kian meredup. Masa-masa kelam itu kini mulai berangsur surut. Terbukanya klub-klub terkait masuknya investor dari luar mulai memberikan angin segar. Roma kini dimiliki investor Amerika Serikat, Inter diakuisi pengusaha Indonesia, Erick Thohir. Teranyar, Milan melepas hampir separuh sahamya kepada pengusaha Thailand, Bee Taechaubol. Dana segar yang digelontorkan investor baru ini pun membuat mereka bergairah di lantai bursa. Jendela transfer musim panas ini menjadi buktinya. Klub-klub Italia terlihat sangat aktif membangun skuat. Meski belum bisa merekrut pemain dengan status superstar seperti Cristiano, Ronaldo, Gareth Bale, atau Lionel Messi, namun kini klub-klub Italia bisa sedikit membusungkan dada dengan manuver yang mereka lakukan di lantai bursa. Milan misalnya, mereka sukses melabuhkan Carlos Bacca, striker yang sukses mengantarkan Sevilla jadi jawara Liga Europa musim lalu. Inter Milan tak ketinggalan dengan mengamankan servis salah satu gelandang terbaik Eropa, Geoffrey Kondogbia dari Sevilla. Sedangkan Juventus, mereka sukses mendatangkan Mario Mandzukic, Sami Khedira, Paulo Dybala dan saat ini tengah gencar diisukan bakal meminang Mesut Oezil atau pahlawan timnas Jerman di Piala Dunia 2014 lalu, Mario Goetze. Dengan kehadiran bintang-bintang di atas, pamor Serie-A tentunya akan kembali bergariah. Apalagi, jika jalannya kompetisi musim depan akan kembali ketat, tidak seperti beberapa tahun silam yang hanya didominasi Juventus. Jika kondisi ini bisa dipertahankan atau terus ditingkatkan, bukan tak mungkin dalam dua atau tiga musim ke depan, klub-klub Italia akan kembali jadi salah satu penantang serius di kompetisi Eropa seperti di era kejayaannya. Semoga! (ACF)

Sumber: MetroTVNews