Basarah Peraih Gelar Doktor FH Undip Tercepat

Semarang – Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), R Benny Riyanto menyebut Ahmad Basarah sebagai peraih gelar doktor tercepat di FH Undip. Basarah lulus dengan predikat cumlaude dengan rata-rata nilai kumulatif 3,94, lama studi 2 tahun 3 bulan 9 hari. “Dari hasil penelusuran bidang akademik FH Undip, saudara selain lulus dengan cumlaude, saudara juga lulus tercepat dari doktor FH Undip,” kata Benny dalam sambutannya seusai mengumumkan hasil ujian promosi doktor Basarah di FH Undip, Semarang, Jateng, Sabtu (10/12). Menurut Benny, Basarah yang merupakan anggota Komisi III DPR tak pernah meminta perlakuan khusus selama menempuh studi doktor ilmu hukum. “Sama seperti mahasiswa reguler lain. Saya perlu ingatkan, keberhasilan saudara hari ini adalah bukan semata-mata keberhasilan saudara pribadi,” ujarnya. “Keberhasilan ini tak lepas dari doa orangtua, istri, anak mertua, senior dan para sahabat, utamanya karena ridho Allah SWT.” Dia berpesan agar Basarah menggunakan filosofi padi yang semakin banyak buah, semakin menunduk. “Seringlah lihat ke bawah jangan ke atas. Kalau sering lihat bawah kita bisa lihat banyak orang-orang masyarakat di bawah yang perlu kita bantu,” ucapnya. Disertasi Basarah yang juga Ketua Fraksi PDIP di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berjudul Eksistensi Pancasila Sebagai Tolok Ukur dalam pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 di Mahkamah Konstitusi: Kajian Perspektif Filsafat Hukum dan Ketatanegaraan. Menurut Basarah, Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat diubah. Ditegaskan bahwa MPR sekalipun tak bisa mengganti Pancasila. Sebab, kewenangan MPR hanya mengubah dan menetapkan UUD. Dia juga menyatakan, Pancasila bukanlah bagian UUD 1945. Meski secara sekilas, Pancasila tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Dijelaskan, posisi dan kedudukan hukum Pancasila adalah norma dasar. “Sifatnya Meta legal dan berada di atas UUD,” tegasnya. Carlos KY Paath/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu