Claudio Bravo Dituding Jadi Penyebab Kekalahan City

Akibatnya, tim yang ditangani Josep Guardiola itu harus menelan kekalahan telak 0-4 saat bertandang ke markas Everton, Minggu (15/1).
Kegagalan Bravo adalah juga menjadi kegagalan sang pelatih, karena dia yang ngotot membeli mantan pemain Barcelona itu senilai 17,1 juta. Guardiola kemudian menyingkirkan kiper utama Manchester City saat itu yakni Joe Hart. Kiper terpopuler Inggris itu kemudian dipinjamkan ke klub Serie A Torino.
Pep Guardiola mengkritik gerakan kaki Hart yang dianggapnya tidak sempurna saat menangkap bola dan dia pun memuji kiper baru asal Chile tersebut karena memiliki kemampuan yang bagus dalam menangkap bola, memiliki akurasi dan yang terpenting adalah dia ingin agar semua serangan dimulai dari belakang, yakni dari bola yang ditendang sang kiper.
Soal akurasi, statistik Premier League menempatkan Bravo pada urutan kedua (71,5%) setelah kiper Tottenham Spur, Hugo Lloris 72,9%.
Sayangnya Bravo justru kerap membuat blunder di musim perdananya merumput di Premier League. Ketika Manchester Derby pada September lalu, dia membuat blunder yang mengakibatkan satu gola melesat dari kaki Zlatan Ibrahimovic dan nyaris menghasilkan penalti saat dia menghadang Wayne Rooney.
Berdasarkan statistik, Bravo telah kebobolan 42,6 % dari semua tendangan yang diarakan kepada dirinya selama Premier League, angka yang cukup tinggi. Tetapi masih di bawah kiper Swansea City, Lukasz Fabianski dan kiper Southampton, Fraser Forster yang memiliki persentase kebobolan lebih besar besar.
Sementara kiper Tottenham, Hugo Lloris hanya kebobolan 26 %, kiper Arsenal, Petr Cech (28,2%) dan kiper Chelsea, Thibaut Courtois (28,8%).
Bahkan kiper Liverpool, Simon Mignolet juga kebobolan hingga 35,3% dan Loris Karius (38,2%) padahal keduanya terbukti mampu menghentikan tendangan lawan dengan akurasi tinggi.
Gol-gol yang diciptakan Everton ke gawang City memperpanjang daftar kebobolan Bravo menjadi 14 gol dari 22 pertandingan selama Premier League.
Statistik ini merefleksikan persepsi Pep Guardiola. Rata-rata dalam musim ini City mencetak satu gol setiap 2,8 tendangan ke arah gawang. Tetapi mereka kebobolan satu gol setiap 2,5 tendangan ke arag kiper.
Ini adalah potret gaya permainan City yang sulit menembus pertahanan lawan dan mereka juga kerap kebobolan di lini pertahanan sendiri.
Keputusan Guardiola mengganti Hart dengan orang pilihannya adalah hak prerogatifnya sebagai pelatih. Tetapi perdebatan dan fakta yang terjadi saat ini menempatkan Bravo pada posisi yang sulit.
Dan Pep tidak perlu lagi memoles penampilan sang kiper untuk memenuhi keinginan para pengeritiknya.

Gusti Lesek/YUD
Sky Sports

thebridalextravaganzashow.com sbobetuk com Sumber: BeritaSatu