Pasokan Gas PLTGU Tambak Lorok Blok 3 dari Kepodang dan Gundih

pt solid gold berjangka PT Indonesia Power menyatakan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 akan membutuhkan gas hingga 90 billion british thermal unit per day (BBUTD). Proyek yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah ini ditargetkan rampung pada semester pertama 2020.

Direktur Utama Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani mengatakan pembangkit ini memiliki kapasitas 779 megawatt (MW). Adapun pasokan gas itu berasal dari lapangan gas Kepodang dan Gundih. “Kebutuhan PLTGU Blok 3 ini sebesar 90 BBTUD,” kata Inten di Jakarta, Jumat (14/7).

Inten menuturkan pasokan gas dari Kepodang-Gundih itu sudah berlangsung saat ini untuk PLTGU Tambak Lorok Blok 1 dan 2. Adapun kebutuhan gas untuk kedua Blok itu mencapai 50 BBTUD. Dia bilang dengan adanya proyek ekspansi pembangkit listrik ini, maka penambahan pasokan gas cukup dengan meningkatkan dari perjanjian jual beli gas yang ada. pt solid gold berjangka

Indonesia Power, lanjut Inten, berkoordinasi dengan induk perusahaan yakni PT PLN (persero) terkait penyediaan pasokan gas. Pasalnya ada kala dimana ketersediaan gas menurun (decline). “Kami bekoordinasi dengan PLN karena memang tanggung jawab pengelolaan sumber energi primer ada disatuan gas dan BBM di PLN,” ujarnya.

Pembangunan proyek PLTGU Tambak Lorok Blok 3 ini mulai bergulir seiring dengan ditandatanganinya kontrak antara Indonesia Power dengan konsorsium Marubeni-General Electric (GE)-Hutama Karya, hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *